Pernahkah
kalian melihat orang yang seperti tidak punya tujuan hidup, baju
compang-camping
(
bahkan tidak bebusana?), suka meracau dan bebicara tidak jelas?
Dimana
kalian melihatnya? Di Rumah Sakit jiwa?
Di Pinggir Jalan? Di Ujung Jalan? atau Di tengah jalan?
Apa
sebutan kalian untuk orang semacam itu? Orang gila? Orang depresi? Orang
stress? Ataukah temanmu sendiri?( Hehe)
Sekarang
mari kita ubah situasinya, pernahkah kalian secara disengaja maupun tidak
sengaja menjadi gila walau sesaat (Hayoo
ngaku yaa)? Masih tidak mengakui?
Contoh
kasus ya…
Sasha
sedang menatap dirinya didepan cermin, ia menatap wajahnya lekat. Tanpa
disadari ia berbicara didepan cermin “ Ayo Sasha, kamu bisa lulus ujian. Kamu
itu pintar, jika orang lain bisa kenapa kamu tidak?”. Setelah itu Sasha
melangkah dengan penuh semangat.
Nah ada yang pernah seperti itu? Sasha
berbicara kepada siapa kira-kira? Apa iya setan? Apa Sasha bisa dikatakan
sebagai orang gila karena berbicara sendiri?
Mungkin
kebanyakan orang yang meilihatnya merasa takut dan menganggapnya aneh
Tapi
jangan berkecil hati dulu. Semua orang bisa menilai kalian aneh dan agak gila
karena bicara sendiri, padahal kenyataannya kebiasaan berbicara sendiri juga mencerminkan hal positif lainnya.
Sebuah penelitian mengungkap bahwa suka bicara pada diri sendiri adalah salah
satu tanda-tanda orang yang jenius.
Sejarah menunjukkan bahwa para jenius seringkali melakukan monolog dengan diri mereka sendiri. Para pemikir seringkali mencari ide dan pemecahan masalah dengan bicara pada diri sendiri. Albert Einstein seringkali berbicara sendiri, dia bahkan tak begitu suka bersosialisasi. Sebuah laporan dari Einstein.org mengungkap bahwa Einstein suka mengulang pemikirannya dengan pelan untuk dirinya sendiri.
Sejarah menunjukkan bahwa para jenius seringkali melakukan monolog dengan diri mereka sendiri. Para pemikir seringkali mencari ide dan pemecahan masalah dengan bicara pada diri sendiri. Albert Einstein seringkali berbicara sendiri, dia bahkan tak begitu suka bersosialisasi. Sebuah laporan dari Einstein.org mengungkap bahwa Einstein suka mengulang pemikirannya dengan pelan untuk dirinya sendiri.
Sebuah
penelitian, yang dicetak oleh Journal of Experimental Psychology,
menemukan bahwa stimulasi verbal mengubah pemrosesan perseptual yang sedang
berlangsung. Ini berarti bahwa berbicara kepada diri sendiri, terutama saat
mengulangi nama sebuah benda, secara signifikan membantu seseorang menjadi
lebih mudah "menerima" objek yang mereka katakan dengan keras.
Sehingga lebih mudah untuk menemukan objek jika mereka mencarinya.
Berikut
dampak kebiasaan dari berbicara kepada diri sendiri :
1. Kerja otak lebih efisien.
Dalam
sebuah eksperimen yang dilakukan oleh LiveScience, membicarakan sesuatu dengan
keras kepada diri sendiri benar-benar memperkuat pikiranmu tentang apa yang
sedang kamu lakukan (atau informasi apa yang sedang kamu
dapatkan) dan membuatnya lebih mudah dipahami oleh tubuhmu.
2. Metode belajar yang baik bagi anak-anak
Bayi
dan balita perlu mendengar suara mereka saat tumbuh beranjak dewasa. Karena
menurut para peneliti, pidato mandiri dapat membantu menuntun perilaku
anak-anak. Dengan sering berbicara pada diri sendiri, maka selangkah demi
selangkah mereka bisa melalui tugas yang harus mereka selesaikan. Dengan
berbicara keras kepada dirimu sendiri sebagai seorang anak muda,
kamu dapat menyuarakan tujuanmu dan menjadi lebih mahir dalam suatu
hal.
3. Membantumu mengatur pikiran.
Berbicara kepada diri sendiri
membantumu dalam memvalidasi keputusan penting, menurut psikolog Linda Sapadin.
Dengan berbicara keras, kamu secara vokal memprioritaskan tugas dan
mengatur ulang pikiranmu. Mendengar masalahmu sendiri
dengan disuarakan juga akan menenangkan syarafmu, bukan sekedar lewat di
kepalamu sebagai beban.
4. Kamu akan mencapai lebih banyak tujuan.
Mengulangi
sesuatu dengan keras, terutama tujuanmu, akan membantu memperkuat perhatian dan
fokusmu, sekaligus menghilangkan gangguan dan beban yang bertumpuk. Dengan
mengatakan dan mendengarnya, kamu secara mental mengondisikan
otakmu untuk berusaha lebih keras bisa mencapainya.
Dapat
disimpulkan bahwa kebiasaan berbicara kepada diri sendiri membawa dampak
positif bagi pribadi jika diorientasikan dengan baik. Namun, saya sarankan
untuk tidak berbicara di depan khalayak ramai dengan intensitas yang sering.

Jadi lebih tau😇 lanjutan 💪
BalasHapusMantap👍👍
BalasHapusMantap👍👍
BalasHapusBermanfaat sekali 👍
BalasHapusKeren, bermanfaat👏
BalasHapusAku banget ini mah😂 bagus ka, bagus
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusMakasih infonya jadi nambahlah wawasan aku
BalasHapusMenambah wawasan banget nih. :)
BalasHapusAku mau deh jadi gila..beribadah
BalasHapusSangat membantu👍
Aku mau deh jadi gila..beribadah
BalasHapusSangat membantu👍
So gud
BalasHapusSangat bermanfaat, keren
BalasHapusSangat bermanfaat, keren
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusBagus infonya 👍bermanfaat
BalasHapusInfo nya bermanfaat
BalasHapusGood job!
BalasHapus