Senin, 04 Maret 2019

Novel seru dan menarik *ARGARA*


Kuyy langsung baca.....
*******

PART 2 “Pindah sekolah”
Senin, 12 juli 3097
Gara terbangun dari tempat tidur Varo, dia ingat semalaman ia mencari bukti mengenai kematian kembarannya, namun hasilnya nihil dan karena kelelahan ia pun tertidur disini. tahun ini Gara naik tingkatan ke 3 dan untuk memulai penyelidikannya, Gara telah mempersiapkan untuk pindah ke sekolah kembarannya di “Thunder High School(THS)”.
******
Pagi ini gara masuk sekolah barunya dengan mengenakan kaos berwarna hijau army dan celana jeans hitam  miliknya sambil menaiki blue speedboard dengan tertib, tidak seperti saat Gara menyelamatkan atau bisa disebut melihat kembarannya yang mati mengenaskan itu dengan memanipulasi program alat pengenal di THS. Hari ini Gara memasukan datanya dengan benar menggunakan “Student Card(SC)”  karena ia pun sudah termasuk siswa sekolah ini jadi mudah untuk memasukinya.
Pagi itu semua murid berkumpul di lapangan yang luas dengan berbagai fasilitas lengkap yang ada, sekolah ini memang sekolah epik bahkan yang paling unggul di kota ini, tak salah Varo memilih bersekolah di sini. Ternyata bukan hanya Gara yang menjadi murid baru di sekolah ini, banyak juga murid baru yang lainnya. Mereka di panggil satu persatu dan dikumpulkan dalam satu ruangan untuk ditentukan kelas keahliannya, ditengah  ruangan terdapat sebuah alat yang Gara tak ketahui namanya. Gara ingat dulu Varo termasuk ke dalam kelas “Electro and science” jurusan yang berhubungan dengan pengetahuan, listrik, komputer, robot dan lainnya. Gara berharap dia juga dapat masuk ke jurusan tersebut untuk mempermudah penyelidikannya. Selain jurusan electro and science yang memiliki banyak peminat, terdapat juga jurusan “fighter (petarung)”, sosial community, dan medician (pengobatan).
“ARGARA SYAHPUTRA”
Gara melangkah ke tengah untuk di tentukakan kelasnya, dia bersiap duduk di tempat yang telah di sediakan. Selanjutnya di suntikkan serum di lengan Gara, dan alat di sebelahnya bekerja otomatis. matanya seketika tertutup namun Gara masih merasakan kesadarannya.
Gara berada di sebuah hutan dengan pohon-pohonnya yang menjulang tinggi sehingga menghalangi sinar matahari yang mencoba masuk, di samping celananya telah tersampir dua buah  smart-gun , yaitu senjata api yang dapat berubah bentuk sesuai kehendak pemiliknya ini merupakan senjata yang telah Gara kuasai dengan baik. Di tengah hutan tersebut Gara melihat seorang anak perempuan manis  dengan rambut sebahu dia memiliki warna mata coklat yang indah tengah tersenyum kearahnya, dan Gara membalas senyumannya. Saat Gara hendak mendekati anak kecil tersebut dia mendengar ada suara mendekat dan suara tersebut bersumber dari seekor serigala yang mendekati anak kecil itu  dengan mata yang terlihat kejam. Gara segera berlari mendekati anak kecil itu, namun ia kalah cepat. Dengan jarak yang dekat dengan si anak kecil serigala tersebut sudah berhasil menerkam anak tersebut. Gara segera menarik pelatuk smart-gun miliknya dengan sasaran serigala itu, serigala tersebut telah Gara lumpuhkan dengan menembak bagian kepalanya. Gara dengan sigap mendekati anak kecil itu yang telah berlumuran darah di tangan dan kakinya, Gara merobek baju seragamnya dan melilitkan di luka si anak kecil agar pendarahannya berhenti. Namun bukan hanya serigala tadi yang mengincar mangsanya terdapat 5 ekor serigala sekarang yang menatap Gara dengan tajam di sekelilingnya, dalam keadaan seperti ini otak Gara mendadak macet seperti lalu lintas di pagi hari ia tidak dapat berpikir jernih. Gara berlari sekencangnya sambil menyetel smart-gun nya dengan peluru yang lebih mematikan bentuknya pun lebih dinamis dan nyaman jika di gunakan.
Empat serigala mendekati Gara lebih dahulu, dua menghalaunya di depan dan dua di belakangnya dia menembak serigala di depannya dengan sekali tembakan  dan tepat di antara kedua matanya,  serigala satunya melompat ke arahnya dengan cepat Gara menghindar, sebelum serigala itu bersiap kembali Gara dengan cekatan menembaknya. Dua Serigala di belakangnya berhasil mernerkam dan membuat Gara jatuh tersungkur smart-gun Gara terlempar entah kemana ia segera mengambil smart-gun yang satunya dan segera menembak serigala yang menerkamnya dari bagian bawah perutnya serigala itu terkapar. Pipi Gara berdarah saat satu serigala lainnya mencakar pipi kanan Gara, darah segar mengalir di pipinya dengan segera Gara menembak serigala itu di bagian tengah tubuhnya.
 Gara berdiri menghela napas sejenak dan ia merasa ada yang belum terselesaikan, Gara ingat tadi ada 5 ekor serigala, dan ia hanya membunuh 4 serigala. Gara tersentak dan segera berlari menuju anak kecil tadi, ada serigala yang tengah menerkam anak kecil itu Gara cepat-cepat menendang serigala itu tak lupa ia hadiahi dengan peluru smart-gun nya  dan tepat mengenai serigala tersebut. Gara bernapas dengan tak teratur dan  terkejut ketika  melihat anak kecil manis yang tersenyum padanya tadi sudah tidak bernyawa, dia telah telat menyelamatkan anak itu. Dia memegang tangan anak manis tersebut sambil meminta maaf.
“maafkan kakak, tolong bangunlah.” Gara berbicara dengan pelan hampir tak terdengar. 
“gue bodoh, bodoh, nyelamatin Arvaro gak bisa dan sekarang nyelamatin anak kecil aja gak bisa. Dasar payah.” Gara merutuki dirinya yang tidak bisa menyelamatkan nyawa anak itu.
Dia sangat marah karena gagal menyelamatkan anak itu pikirannya pun kacau, dadanya sesak  dan dengan kalang kabut ia menembaki pohon di depannya hingga pohon itu roboh karena Gara yang menyetel smart-gun nya pada mode bomb-gun . Gara tertegun merunduk di atas tanah sambil terdiam.
Gara membuka matanya, napasnya masih terengah-engah setelah test yang tadi ia lakukan. Gara merasa sangat marah, sedih dan kesal. Apakkah memang dia ditakdirkan untuk hal seperti ini. Dan test ini terasa begitu nyata baginya berbeda dengan sekolahnya yang dulu.
 “FIGHTER” alat itu menentukan kelas untuk Gara.
Gara tidak terkejut akan hasilnya memang kemampuannya bertarung lebih tinggi di bandingkan pengetahuannya berbanding terbalik dengan Varo, di sekolahnya dulu juga ia termasuk di kelas fighter. Namun bagaimana dengan penyelidikannya, Gara akan lebih kesulitan karena perbedaan kelas yang dia dapatkan. Setelah penentuan kelas semua murid masuk ke kelasnya masing-masing.

 *******

Tidak ada komentar:

Posting Komentar