Kuyy langsung baca.....
*******
PART 2 “Pindah sekolah”
Senin,
12 juli 3097
Gara
terbangun dari tempat tidur Varo, dia ingat semalaman ia mencari bukti mengenai
kematian kembarannya, namun hasilnya nihil dan karena kelelahan ia pun tertidur
disini. tahun ini Gara naik tingkatan ke 3 dan untuk memulai penyelidikannya,
Gara telah mempersiapkan untuk pindah ke sekolah kembarannya di “Thunder High
School(THS)”.
******
Pagi
ini gara masuk sekolah barunya dengan mengenakan kaos berwarna hijau army dan
celana jeans hitam miliknya sambil
menaiki blue speedboard dengan tertib, tidak seperti saat Gara menyelamatkan
atau bisa disebut melihat kembarannya yang mati mengenaskan itu dengan
memanipulasi program alat pengenal di THS. Hari ini Gara memasukan datanya
dengan benar menggunakan “Student Card(SC)”
karena ia pun sudah termasuk siswa sekolah ini jadi mudah untuk
memasukinya.
Pagi
itu semua murid berkumpul di lapangan yang luas dengan berbagai fasilitas
lengkap yang ada, sekolah ini memang sekolah epik bahkan yang paling unggul di
kota ini, tak salah Varo memilih bersekolah di sini. Ternyata bukan hanya Gara
yang menjadi murid baru di sekolah ini, banyak juga murid baru yang lainnya.
Mereka di panggil satu persatu dan dikumpulkan dalam satu ruangan untuk ditentukan
kelas keahliannya, ditengah ruangan
terdapat sebuah alat yang Gara tak ketahui namanya. Gara ingat dulu Varo
termasuk ke dalam kelas “Electro and science” jurusan yang berhubungan dengan
pengetahuan, listrik, komputer, robot dan lainnya. Gara berharap dia juga dapat
masuk ke jurusan tersebut untuk mempermudah penyelidikannya. Selain jurusan
electro and science yang memiliki banyak peminat, terdapat juga jurusan
“fighter (petarung)”, sosial community, dan medician (pengobatan).
“ARGARA
SYAHPUTRA”
Gara
melangkah ke tengah untuk di tentukakan kelasnya, dia bersiap duduk di tempat
yang telah di sediakan. Selanjutnya di suntikkan serum di lengan Gara, dan alat
di sebelahnya bekerja otomatis. matanya seketika tertutup namun Gara masih
merasakan kesadarannya.
Gara berada di sebuah
hutan dengan pohon-pohonnya yang menjulang tinggi sehingga menghalangi sinar
matahari yang mencoba masuk, di samping celananya telah tersampir dua buah smart-gun , yaitu senjata api yang dapat
berubah bentuk sesuai kehendak pemiliknya ini merupakan senjata yang telah Gara
kuasai dengan baik. Di tengah hutan tersebut Gara melihat seorang anak
perempuan manis dengan rambut sebahu dia
memiliki warna mata coklat yang indah tengah tersenyum kearahnya, dan Gara
membalas senyumannya. Saat Gara hendak mendekati anak kecil tersebut dia
mendengar ada suara mendekat dan suara tersebut bersumber dari seekor serigala
yang mendekati anak kecil itu dengan
mata yang terlihat kejam. Gara segera berlari mendekati anak kecil itu, namun
ia kalah cepat. Dengan jarak yang dekat dengan si anak kecil serigala tersebut
sudah berhasil menerkam anak tersebut. Gara segera menarik pelatuk smart-gun
miliknya dengan sasaran serigala itu, serigala tersebut telah Gara lumpuhkan
dengan menembak bagian kepalanya. Gara dengan sigap mendekati anak kecil itu
yang telah berlumuran darah di tangan dan kakinya, Gara merobek baju seragamnya
dan melilitkan di luka si anak kecil agar pendarahannya berhenti. Namun bukan
hanya serigala tadi yang mengincar mangsanya terdapat 5 ekor serigala sekarang
yang menatap Gara dengan tajam di sekelilingnya, dalam keadaan seperti ini otak
Gara mendadak macet seperti lalu lintas di pagi hari ia tidak dapat berpikir
jernih. Gara berlari sekencangnya sambil menyetel smart-gun nya dengan peluru
yang lebih mematikan bentuknya pun lebih dinamis dan nyaman jika di gunakan.
Empat serigala
mendekati Gara lebih dahulu, dua menghalaunya di depan dan dua di belakangnya
dia menembak serigala di depannya dengan sekali tembakan dan tepat di antara kedua matanya, serigala satunya melompat ke arahnya dengan
cepat Gara menghindar, sebelum serigala itu bersiap kembali Gara dengan cekatan
menembaknya. Dua Serigala di belakangnya berhasil mernerkam dan membuat Gara
jatuh tersungkur smart-gun Gara terlempar entah kemana ia segera mengambil
smart-gun yang satunya dan segera menembak serigala yang menerkamnya dari
bagian bawah perutnya serigala itu terkapar. Pipi Gara berdarah saat satu
serigala lainnya mencakar pipi kanan Gara, darah segar mengalir di pipinya
dengan segera Gara menembak serigala itu di bagian tengah tubuhnya.
Gara berdiri menghela napas sejenak dan ia
merasa ada yang belum terselesaikan, Gara ingat tadi ada 5 ekor serigala, dan
ia hanya membunuh 4 serigala. Gara tersentak dan segera berlari menuju anak
kecil tadi, ada serigala yang tengah menerkam anak kecil itu Gara cepat-cepat menendang serigala itu
tak lupa ia hadiahi dengan peluru smart-gun nya
dan tepat mengenai serigala tersebut. Gara bernapas dengan tak teratur
dan terkejut ketika melihat anak kecil manis yang tersenyum padanya
tadi sudah tidak bernyawa, dia telah telat menyelamatkan anak itu. Dia memegang
tangan anak manis tersebut sambil meminta maaf.
“maafkan kakak, tolong
bangunlah.” Gara berbicara dengan pelan hampir tak terdengar.
“gue bodoh, bodoh,
nyelamatin Arvaro gak bisa dan sekarang nyelamatin anak kecil aja gak bisa.
Dasar payah.” Gara merutuki dirinya yang tidak bisa menyelamatkan nyawa anak
itu.
Dia sangat marah karena
gagal menyelamatkan anak itu pikirannya pun kacau, dadanya sesak dan dengan kalang kabut ia menembaki pohon di
depannya hingga pohon itu roboh karena Gara yang menyetel smart-gun nya pada
mode bomb-gun . Gara tertegun merunduk di atas tanah sambil terdiam.
Gara
membuka matanya, napasnya masih terengah-engah setelah test yang tadi ia
lakukan. Gara merasa sangat marah, sedih dan kesal. Apakkah memang dia
ditakdirkan untuk hal seperti ini. Dan test ini terasa begitu nyata baginya
berbeda dengan sekolahnya yang dulu.
“FIGHTER” alat itu
menentukan kelas untuk Gara.
Gara
tidak terkejut akan hasilnya memang kemampuannya bertarung lebih tinggi di
bandingkan pengetahuannya berbanding terbalik dengan Varo, di sekolahnya dulu
juga ia termasuk di kelas fighter. Namun bagaimana dengan penyelidikannya, Gara
akan lebih kesulitan karena perbedaan kelas yang dia dapatkan. Setelah
penentuan kelas semua murid masuk ke kelasnya masing-masing.
*******
Tidak ada komentar:
Posting Komentar